dibalik kehidupan korea

5 Hal Dibalik Kehidupan Korea Selatan yang Tidak Diungkap

dibalik kehidupan korea
dibalik kehidupan korea

Menurut pokermania88 dibalik dunia flamboyan K-pop dan cerita romantis drama Korea, ternyataterdapat kehidupan yang berat. Penasaran apa saja hal-hal unik dibalik kehidupan Korea Selatan yang tidak diungkap? Yuk, simak penjelasannyainilah ini.

1. Budaya kerja “balli-balli”
Korea Selatan paling erat budayanya dengan bekerja keras. Orang di Korea Selatan dituntut guna bekerja keras semenjak dini tergolong dalam sekolah. Budaya “balli-balli” atau yang dengan kata lain “cepat-cepat” menuntut mereka guna terus bekerja dan menjadi yang terbaik. Tuntutan yang tinggi dari keluarga, teman, dan lingkungan memacu hidup mereka guna terus bekerja dengan baik. Ujian masuk universitas adalahhal yang paling diperjuangkan laksana pintu gerbang kehidupan masa mendatang yang indah. Anak tidak jarang kali dididik bahwa belajar yang rajin akan membawa mereka masuk ke perguruan tinggi terbaik.

Semakin baik tingkatan perguruan tinggi yang dapat dimasuki, maka bakal semakin makmur pun hidup mereka di masa depan. Hal berikut yang memacusemua pelajar SMA guna belajar mati-matian sampai malam, dan memilih kelas- ruang belajar tambahan usai latihan utama. Belum lagi setelahruang belajar tambahan yang selesai lumayan larut, mereka bakal pergi ke perpustakaan guna kembali belajar. Rata-rata murid akan pergikembali ke rumah saat jam 11 malam. Para pekerja disana pun tidak jarang kali dituntut hasil yang sempurna dan kegagalan dalam pekerjaanditafsirkan sebagai kegagalan hidup.

2. Tingginya angka bunuh diri
Korea Selatan menjadi negara dengan angka kematian dampak bunuh diri terbanyak di dunia. Tidak heran, andai kita melihat kebiasaan kerjanya yang begitu keras yang terdapat di masing-masing elemen masyarakat. Mereka yang tidak memiliki kemahiran secara alami bakal tersingkir dari masyarakat. Alasan- dalil percobaan bunuh diri bermacam- macam contohnya kegagalan dalam berbisnis, merasa tidak dapat memenuhi asa orang tua atau lingkungan, merasa tidak memiliki keterampilan yang diinginkan,kendala ekonomi, dan lainnya. Korea berkembang lumayan pesat guna menjadi negara maju.

Usai perang, mereka bercita-cita membina Korea yang pantas untuk menjadi lokasi tinggal dengan segala kemudahan yang baik. Namun kehidupan pantas yang disediakan oleh negara ternyata tidak mencakupkeperluan psikis manusianya. Sehingga tidak sedikit kasus bunuh diri yang menjadi paling umum ketika ini. Beberapa perusahaan menjadikanurusan ini sebagai kesempatan bisnis dengan membuka klinik konsultasi, atau meditasi guna orang- orang yang putus asa.

3. Lansia yang tersia-sia
Perkembangan negara yang semakin maju menuntut produktivitas tinggi dari masyarakatnya. Para pemuda bekerja menggali kehidupan yang lebih baik dengan meninggalkan dusun halaman mereka. Pemuda- pemudi ini dituntut bekerja siang malam guna target kegiatan yang sesuai. Sedangkan semua orang tua yang telah tidak lagi bekerja, melulu bisa bercita-cita kebutuhan ekonomi mereka dapat tercukupi. Namun sayangnya tidak seluruh pemuda mendapatkan kegiatan yang bagus, sampai-sampai mereka mestimenggali kehidupannya sendiri dan tak sempat dengan orang tuanya.

Para lansia yang tidak produktif ini juga semakin banyak. Pemerintahmeluangkan tempat tinggal untuk mereka yang tidak mempunyai rumah guna terhindar dari musim dingin yang mematikan. Petak-petak lokasi tinggal tingkat yang tidak begitu luas ini menaungi tidak sedikit lansia tanpa keluarga. Bahkan lansia ini berfikir lokasi inilah akhir dari kehidupannya nanti berada. Mereka saling menolong merawat satu dengan yang lain sebab tidak ada family yang menengok.

4. Pergaulan bebas
Hal yang tidak pernah terungkap di media yaitu mengenai kehidupan prostitusi yang ada. Korea sering memperlihatkan drama- drama romantis di kalangan anak muda yang sangar disukai sampai manca negara. Hubungan seksumur dini dampak pergaulan bebas menjadi urusan yang lumayan umum. Hotel- hotel dengan kamar yang disewakan untuk pemuda pemudi ini pun pun menjamur. Sedikit unik, sebab meskipun mereka telah beranibersangkutan bebas namun mereka tetap tinggal serumah dengan keluarganya. Hal ini pun yang menciptakan hotel-hotel serupa menjadipaling banyak.

5. Operasi plastik
Hal yang satu ini telah bukan rahasia lagi. Korea Selatan familiar dengan teknologi dan operasi plastiknya yang bagus. Tak melulu untuk masyarakatnya sendiri tetapi turis manca negara juga tidak sedikit yang tertarik mengerjakan operasi plastik di negara ginseng ini. Operasi plastik pun menjadi urusan umum dikalangan anak muda. Orang tua merekaseringkali memberikan hadiah operasi plastik sebagai hadiah kelulusan. Operasi yang paling digemari antara lain menciptakan double eyelid atau lekukan kelopak mata, dagu berbentuk V, hidung mancung, dan lainnya.

Hal ini pun dikarenakan tuntutan terhadap penampilan sangat diacuhkan dalam kehidupan bermasyarakat disana, contohnya untuk menemukan pekerjaan diperlukan wajah yang cantik, guna mempunyai pacar mestimempunyai wajah yang cantik. Orang yang cantik sejak lahir ataudinamakan ‘ulzzang’ bakal menjadi primadona disana. Tentunya dengankriteria keelokan yang lumayan tinggi.

Nah, bagaimana pendapatmu mengenai hal di atas? Kemewahan yang tampil di panggung K-pop dan dalam drama-drama Korea yang manis ternyata melulu salah satu sisi saja. Dibalik banting tulang yang selalu diperlihatkan oleh semua bintang, ternyata terdapat kehidupan dan perjuangan yang berat di masyarakat Korea.

Leave a Reply

Required fields are marked*